Postingan

12 Pesan Untuk Mu di Tanggal 30

     1. Tetaplah menjadi seorang yang “sederhana” seperti yang sudah-sudah, bahkan ketika nanti kau memiliki seribu alasan untuk pantas di anggap sebagai seorang individu yang luar biasa. Ku harap kau akan tetap memilih menjadi sederhana dan bersahaja.     2. Tetaplah menjadi orang yang menyenangkan seperti adanya dirimu, tidak perlu menjadi pribadi yang di “buat-buat” agar menyenangkan semua orang, karna dengan apa adanya dirimu bagiku kau adalah pribadi yang luar biasa.      3.  Ku harap kau tak pernah jenuh untuk menjadi teman baik ku. Berbagi obrolan yang tidak penting hingga menjadi obrolan serius yang terkadang berasal dari candaan dan hasil ledekan kita berdua.     4.  Ketika kau ditempa sebuah “problem” dan membutuhkan teman berbagi (setelah dengan Tuhan tentunya). Tak perlu sungkan, aku akan siap kapanpun menjadi pendengar meskipun dari ku tidak akan kau temui nasehat yang   dibutuhkan....

Teruntuk yang Teristimewa

Hei!! Bulan September sudah berlalu. Setelah sepersekian detik pertemuan itu tertinggal jauh di belakang, tapi aku masih mengingatnya. Tak banyak yang mampu kutulis, bukan karna tak ada kata yang mampu mewakili ukhuwah kita, namum tulisan ini telah terhenti pada kata "BERUNTUNG". Di bulan ke-10 ini aku ingin mengucapkan " terimakasih dan selamat". Terimakasih, telah menjadi saudara ku, memahami setiap kekurangan dan mendengar setiap keluh kesah ku. Selamat, untuk satu tahun lagi yang telah kau lewatkan dengan hebat. Aku tahu ini bukan tahun yang mudah. Banyak kegagalan dan kekecewaan yang menghampirimu, namun kau hebat. Tetap memilih bangkit dari kegagalan yang coba menjatuhkan insan kuat seperti dirimu. Bahkan sekali pun aku tidak pernah melihat kau menangis menghadapi semuanya. Tuhan memang tak pernah salah memilih pundak yang kokoh. Diawal kita bersua Mencoba untuk saling memahami Keping-keping dihati terajut dengan indah Rasakan persaudaraan kita Dan ...

Teruntuk 1876 KM

21 spesial. Ukhuwah ini terlalu rumit jika harus ku ceritakan melalui untaian kata. Aku dengan sifat teratur ku yang sangat membenci segala bentuk kecerobohan dan kau dengan sifat ceroboh mu yang akut. Namun terlepas dari tolak belakang sifat kita, lebih banyak hal yang membuat kita serasi dalam tawa yang sama. Aku masih sangat ingat ketika pagi hari yang sama kita menangis di meja karna perdebatan kecil dengan ibu di rumah. Atau kita yang selalu membagi hafalan materi hanya saat ujian kita kerap bekerja sama. Atau guru yang bertanya hubungan darah kita saat beliau menganggap ada gen yang kembar di antara kita (ku harap kau tak sedih saat di anggap mirip dengan ku) Dan ketika kau menyumpahi laki-laki yang saat itu menempati posisi pertama di hatiku. Kini, di 21 spesial mu. Baik langkah ku ataupun dirimu, sudah terlalu jauh hingga sulit disejajari. Bukankah dulu langkah kita beriringan? Apakah karna aku yang terlalu berambisi? Atau kau yang terlalu terobsesi? Di 21 spes...

18/18

Finish! 18 hari berusaha menjadi produktif dalam menulis, ternyata bukan perkara yang mudah. Mulai dari management waktu antara tugas keseharian dan pemaksaan untuk melahirkan ide-ide dalam tulisan. 18 hari. Beberapa menjadi tulisan yang tak jujur atau tulisan yang sangat terlambat di post. 18 hari. Bergaya bak pujangga, ternyata cukup menguras tenaga. 18 hari. Tempat netral untuk menyalurkan segala hal yang riuh dalam pikiran, tempat nyaman untuk menuangkan keluh kesal, tempat terbaik merangkai semua mimpi. Kenapa harus 18? Karna 18 hari yang setiap tahun nya selalu berhasil membuat air mata luruh, lebih kepada kecewa dari pada kebahagiaan. Sejujurnya aku benci 18, menganggu harapan yang terlanjur ku lambung tinggi. Namun setidaknya 18 tahun ini aku memberikan kado terbaik. Kaladeiskop perjalanan 18 hari.  Yang dapat ku nikmati sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Padang 18/9/17 #septemberday18. Last!!!! Terimakasih  untuk semua yang mengin...

16/18

Jika saja diriku bisa kembali menjadi putri kecilmu, sosok menyebalkan yang tak pernah menjadikan ibu cemburu karena perhatianmu. Aku tahu, tidak semua mampu kau uatrakan dalam ucapan. Tapi semua orang tahu, bahwa kau adalah orang yang tak akan tergantikan. Teruntuk dirimu cinta pertama. Mungkin aku tak pernah tau, bagaimana raut wajahmu saat hadirku pertama  kali. Tapi kasih sayangmu menceritakannya dalam perjalanan waktu, hari demi hari. Betapapun watak dan didikanmu kerap kali keras, namun aku sangat tahu dirimu adalah sosok yang ramah. Teruntuk dirimu cinta pertama . Sungguh berdosa nya diriku yang sering menanam kesal kepadamu, menganggap dirimu pemarah, tidak perhatian, tidak peka dengan sikap kekanak-kanakan ku. Aku lupa bahwa bebanmu lebih berat, bukan sekedar menanggung kebutuhan duniawi, tetapi juga kebutuhan akhirat. Maafkan diriku yang pernah menanamkan dosa untukmu, karena tidak menutup aurat dan sering bermaksiat. Untukmu cinta pertama. Jangan khawtirkan d...

12/18

 Teruntuk temanku. Apakah kini kau sedang dihampiri oleh kesukaran?  Septemberday12. Aku memilih absen dari kelas. Tidak ada salahnya menikmati satu hari yang Tuhan berikan dalam tahun-tahun umur ku yang tinggal hitungan hari, tidak lagi menjadi umur yang muda.  Teman. Pagi ini ku habiskan dengan merapikan  semua yang ku rasa berantakan. Dari lantai dua aku menatap matahari dan hamparan pegunungan,sambil menjemur pakaian ku harap hari ini akan cerah, sudah berhari-hari kota ini di guyur hujan.  Siang, ku habiskan bermalas-malasan sambil berselancar di media sosial. Kutemukan di sana kau sedang bertemu dengan masalah. Aku baru sadar selama ini pembicaraan kita hanya berpusat pada "diriku" tidak pernah sekalipun kau membagi masalah mu. Ternyata lama nya sebuah perkenalan tidak menjamin tumbuhnya kepercayaan.  Sore ini, aku memilih berjalan-jalan. Tentu saja tidak seperti dirimu yang memiliki rombongan tour. Aku memilih melakukan perjalanan ini sendiria...

11/18

Seiring waktu berjalan Banyak pemahaman baru Yang kutemukan. Bahkan tanpa kucari Pemahaman hadir Sebagai bentuk pendewasaan. Tak perlu menulis Semua keluh kesah mu Walau hanya sebatas buku diary Karna tuhan maha tau Bahkan ketika engkau DIAM Di puncak perpustakaan 11/9/17 #septemberday11